Penjelasan Hadist
Yang dimaksud disini adalah orang muslim yang sempurna, tidak menyakiti kaum muslimin, berlaku baik muslim laki-laki maupun muslim perempuan, termasuk tidak boleh menyakiti kafir dzimmi kecuali ketika memeberi hukuman.
Di kedepannya kata lidah sebelum tangan, karena lidah itu dapat menimbulkan rasa sakit yang lebih parah daripada yang ditimbulkan oleh tangan. Dan disebutkan nya tangan secara khusus karena berbagai macam perbuatan muncul darinya, karena melalui tangan seseorang dapat melakukan pukulan, pemutusan, penyambung an, Pengembalian dan penolakan.
Nabi Muhammad bermaksud hendak membuat aturan bagi orang yang amal perbuatan nya menampakkan ketundukan lahiriyah kepada Alloh, dan menghiasi diri dengan etika agama yang diajarkan Muhammad. Dan itulah yang memancarkan cahaya keimanan di dalam hatinya. Kemudian beliau memberikan petunjuk kepada nya untuk menjaga lidah dan ghibah,
adu domba, tipu muslihat, provokasi, serta permusuhan. Dan selanjutnya menjauhkan tangannya dari pencurian, dari menyakiti orang lain, juga dari kezhaliman, permusuhan, menulis sumpah palsu, dan tiba, karena semuanya itu merupakan bentuk perusakan terhadap hak orang lain.
Az Zamakhsyari mengemukakan, "Yang demikian itu karena tangan yang lebih banyak melahirkan perbuatan".
Sedangkan Al Karmani mengemukakan, " Hal itu disampaikan dalam bentuk pengungkapan yang mendalam supaya meninggalkan segala sesuatu yang menyakitkan, seolah-olah tindakan meninggalkan hal yang menyakitkan itulah yang disebut Islam yang sempurna".
Al Khaththabi mengatakan, "Rasulullah bermaksud mengungkapkan bahwa seorang muslim yang terpuji adalah mempunyai sifat seperti itu. Dan hal itu tidak berarti bahwa yang muslim yang orang lain tidak selamat darinya tidak termasuk orang IsIam atau keluar dari agama. Sebernarnya ungkapan itu seperti anda, "Manusia adalah bahasa Arab", dan yang Anda maksudkan dengan hal itu adalah bahwa manusia yang paling utama adalah orang arab. Dan sabda Rasulullah tersebut berarti bahwa orang muslim terbaik adalah orang yang menggabungkan pelaksanaan hal kaum muslimin pada hal hal Alloh, serta menghindarkan mereka dari hal yang tidak terpuji. Demikian juga dengan muhajir (orang yang berhijrah) yang terpuji adalah orang yang menggabungkan hijrah dari negeri nya dengan hijrah dari apa yang diharamkan Alloh baginya".
Dengan demikian, IsIam itu dapat diberi pengertian sebagai berikut:
1. Berbagai amal perbuatan yang bersifat lahiriah, sebagaimana yang disampaikan dalam firman Alloh surat Al Hijurat ayat 14, yang artinya
"Katakanlah, " Kalian belum beriman", tetapi Katakanlah, "kami telah IsIam (tunduk)".
Dengan demikian, derajatnya dibawah iman.
2. Kekuatan iman. Artinya, amal perbuatan itu harus diiringi dengan keyakinan di dalam hati yang disertai dengan keikhlasan, kebaikan, dan penyerahan diri kepada Alloh dalam segala apa yang telah ditetapkan dan ditakdirkan olehnya, sebagaimana yang dikatakan Ibrahim melalui firman Alloh surat al Baqarah ayat 131, yang artinya,
"Ketika Tuhan nya berfirman kepada Ibrahim, " Tunduk patuhlah", Ibrahim menjawab, "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".
Dengan demikian, anda dapat menyaksikan hikmah dan kebaikan berkibar pada diri orang muslim yang berada secara sempurna yang menjauhkan diri dari ucapan keji serta menghindarkan diri dari semua larangan, tidak berteman dengan orang-orang jahat, tidak mendekati orang orang fasik, tetapi justru membekali diri dengan ketakwaan dan memperbanyak berteman dengan orang-orang baik, menghadiri majelis orang-orang yang baik. Kami berdoa semoga Alloh memberikan taufik dan perlindungan kepada kita semua serta melindungi kita dari kejahatan dan keburukan serta menyediakan buat kita jalan yang penuh dengan petunjuk.
Dan seluruh hukum yang ada didunia sekarang ini berusaha memerangi dan memberantas kejahatan lidah tangan, maupun kejahatan lainnya. Dan tidak ada menjadikan manusia ini berada di derajat paling rendah melainkan ketundukan nya pada hawa nafsu dan kecenderungan nya berbuat kejahatan.
Ada ungkapan penyair:
Seorang pemuda itu tertimpa musibah. Karena tergelincir tangannya.
Dan seorang tidak tertimpa musibah. Karena tergelincir kakinya.
Dimana ke tergelincir an lidahnya. Dapat menghilangkan kepalanya.
Sedangkan ke tergelincir nya kaki hanya akan menyebabkan kakinya terkilir.
Pelihara lah lidah kalian, wahai semua manusia.
Sehingga kamu tidak akan tersengat olehnya. Karena ia adalah ular.
Berapa banyak orang yang terkubur karena perbuatan lidahnya.
Peliharalah lidahmu dan berlindung lah kamu dari kejauhan nya.
Sesungguhnya lidah itu merupakan musuh yang paling kejam.
Perhitungkanlah ucapan jika kamu berbicara di dalam suatu majelis.
Dan jika sudah terdapat keseimbangan, maka disanalah kelembutan mu perlu di pertunjukan.
Dan diam merupakan salah satu penyebab kebahagiaan, dengannya terkadang kamu hidup.