Sunnah rasullullah merupakan sumber hukum kedua di dalam agama Islam setelah Al-Qur'an. Ini adalah ijma' seluruh ulama dan umat. Tidak ada yang mengingkarinya selain orang-orang sesat. Dan siapa pun juga tahu, bahwa sunnah-sunnah beliau yang dikumpulkan dan disusun oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya adalah kitab hadits yang paling kredibel dan acuan utama bagi umat islam.
Akan tetapi, tampaknya Kitab Shahih Al-Bukhari terasa masih terlampau tebal bagi sebagian kaum muslimin. Sehingga tak heran, jika banyak ulama yang meringkas kitab tersebut dan mengambil bagian-bagian tertentu saja yang dianggap inti dan penting. Meskipun ternyata, selain yang meringkas, tak sedikit yang justru mensyarahkannya. Sehingga kitab yang tebal itu pun menjadi semakin tebal dan besar, karena berisi lengkap dengan penjelasan - penjelasan setiap hadits. Sehingga, meskipun kitab-kitab syarah hadits Al-Bukhari sangat membantu bagi para penuntut ilmu, tidak dipungkiri bahwa ia cukup 'berat' bagi orang awam.
Pembaca yang budiman, kini hadir https://jawahirulbukhari.blogspot.com merupakan blog yang menghimpun hadis hadis, dalam bentuk ringkasan dan syarah. Karena ia adalah ringkasan kitab hadits Shahih Al-Bukhari sekaligus syarah bagi hadits-hadits yang dimuat di dalamnya.
Al Bukhari adalah seorang imam ahli hadits yang sangat terkenal. Pernah, ketika ia berkunjung ke Baghdad, para ulama setempat mengundangnya untuk membicarakan masalah hadits. Namun sebenarnya, mereka hanya ingin menguji tingkat kecerdasan dan kekuatan hafalan Al-Bukhari. Mereka telah mempersiapkan sepuluh orang untuk bertanya kepada Al-Bukhari. Masing masing orang disuruh bertanya sepuluh hadits yang sudah dikacaukan susunan matan dan sanadnya. Total jumlah hadits yang ditanyakan kepada Al Bukhari adalah seratus hadits yang telah diputar balik.
Penanya pertama maju, ia menanyakan sepuluh buah hadits yang kacau susunan matan dan sanadnya. Tetapi Al-Bukhari hanya menjawab, "Aku tidak tahu” Penanya kedua pun maju. Ia juga menanyakan sepuluh hadits yang diputar balik susunan sanad dan matannya. Lagi-lagi AlBukhari hanya menjawab, “Aku tidak tahu” Demikian seterusnya, hingga sepuluh orang tersebut telah maju semuanya bertanya kepada Al-Bukhari, dan semuanya hanya dijawab Al-Bukhari, “Aku tidak tahu” Para ulama dan semua yang hadir pun heran dengan Al-Bukhari, mereka mulai menyangsikan kehebatan Al-Bukhari dalam masalah hadits.
Ketika dipersilahkan untuk berbicara, Al-Bukhari mengatakan bahwa dirinya sengaja menunggu hingga semua penanya maju dan seluruh pertanyaan selesai diajukan. Kemudian Al-Bukhari mulai menjawab hadits pertama yang ditanyakan oleh penanya pertama. Ia mengulangi pertanyaan persis seperti saat ditanyakan, mirip bunyi rekaman. Al Bukhari berkata, “Engkau berkata begini... Sedangkan yang benar adalah demikian..” Selanjutnya, hadits kedua hingga hadits kesepuluh dari penanya pertama secara urut dijawab oleh Al-Bukhari dengan tepat dan dengan urutan pertanyaan seperti ketika diajukan.
Berikutnya, sepuluh pertanyaan dari penanya kedua juga dijawab dengan urut dan benar oleh Al-Bukhari, Demikian seterusnya. Dengan sangat mengagumkan, Al-Bukhari menjawab seratus hadits yang kacau balau susunan matan dan sanadnya yang ditanyakan oleh sepuluh penanya.
Semuanya dijawab dengan urut, runtut dan tepat. Yang salah dia betulkan, yang keliru dia luruskan, dan yang susunannya terbalik dia kembalikan seperti aslinya. Sungguh mengagumkan! Para ulama di Baghdad pun mengakui kepakaran Al-Bukhari dalam ilmu hadits dan kekuatan hafalannya.
Sungguh, suatu kebahagiaan jika kita dapat mengikuti jejak seorang ulama besar dalam dunia hadits seperti Imam Al-Bukhari
