Hadist-hadist pilihan dari kitab Shahih Bukhari

Hadist penjelasan tentang Iman, Islam dan Ihsan


Penjelasan hadist

Jibril pernah mendatangi majelis Rasulullah dalam wujud seseorang yang beradab dan menunjukkan diri sebagai seorang penuntut ilmu yang cerdas lagi terpelajar. 

Ia menanyakan tiga hal yang semua nya itu merupakan tiang agama, cahaya orang orang yang bertakwa, sumber bagi semesta alam dan lampu bagi orang-orang yang tulus ikhlas. 

Pertama, iman kepada Alloh, artinya anda harus benar benar percaya dan menyandarkan diri kepada nya dalam segala sesuatu, berlindung dan tunduk patuh kepada nya, berharap kepada nya tidak takut kepada selain dia. Mengamalkan kitabnya serta yakin bahwa Alloh mempunyai segala sifat sempurna dan jauh dari segala kekurangan. 

Dan bahwa Alloh mempunyai malaikat Barzah dan para rasul yang makhsum (terlindung) dari segala macam kesalahan dan penutup mereka adalah muhammad. Selanjutnya, hendaklah anda menjalankan sunnah beliau sekaligus mengikuti manhaj beliau dan bersalawat atasnya, mengagungkan orang orang yang menjalankan syariat nya serta menjadi kan mereka sebagai sahabat, dan kemudian mempunyai hari pembalasan. 

Alloh berfirman dalam surat al Zalzalah ayat 7 dan 8, yang artinya, 

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya ia akan melihat balasannya, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya akan melihat balasannya pula".

Di dalam hadist tersebut terdapat penjelasan agung nya ikhlas. Di dalamnya juga terdapat pengertian bahwa jika seseorang alim ditanya tentang apa yang tidak diketahui, maka hendaklah ia mengatakan " Tidak tahu". 

Dan hal itu sekali tidak mengurangi kewibawaan nya, tetapi justru memperlihatkan kewara'an, ketakwaan, dan kekuasaan ilmunya. Dan hendaklah ia bertanya kepada orang yang telah lebih mengetahui. 

Kedua, islam, yakni seluruh amal perbuatan shalih yang bersifat lahiriah. Dengan pengertian, mentaati Alloh dalam seluruh perintah nya serta menjauhi seluruh larangan nya. Dengan demikian, iman merupakan akidah yang permanen di dalam hati yang menggambarkan pengesaan dan pengaguman Alloh. 

Benar, kebersihan batin dan takut kepada Alloh merupakan jalan sukses yang mengantarkan keridhoan Alloh. Sedangkan islam merupakan bentuk ketundukan lahiriah dan buah dari iman itu sendiri. 

Al Khaththathbi berkata, "seorang muslim terkadang menjadi mukmin dan terkadang juga tidak, sedangkan orang mukmin terus menerus dalam keadaan muslim. Dengan demikian setiap orang mukmin itu sudah pasti muslim, dan tidak setiap orang muslim itu mukmin".

Dan pokok iman adalah pembenaran sedangkan pokok islam adalah penyerahan diri. Oleh karena itu, terkadang seseorang itu berpredikat muslim artinya tunduk secara lahir tetapi tidak secara batin. Dan terkadang sudah percaya secara batin tetapi tidak tunduk secara lahir. 

Ketiga, ikhsan, yaitu mengikhlaskan amal perbuatan hanya untuk Alloh. Sesungguhnya riya akan menghapus amal perbuatan. Sehingga dengan demikian itu seseorang telah mendzalimi dirinya sendiri atau melumuri dirinya dengan dosa.

 Oleh karena itu dikatakan kepada nya "berbuat kebaikan kepada dirimu sendiri dan sembahlah Alloh seakan akan kamu melihat nya, kalau tidak mampu maka binasalah kamu".

Ath thayyib berkata, ihsan itu mencakup dua hal, di antaranya:

1. Memberi kesenangan dan kenikmatan kepada orang lain. 
2. Berbuat baik, yang kedua ini akan terwujud jika seseorang telah agama adalah satu. 

Yang kedua ini akan terwujud jika seseorang telah agama adalah satu. Dan itulah yang menjadi maksud imam Al Bukhari. 

Dalam mensyifati orang orang yang beriman, Alloh berfirman dalam Al Anfal ayat 2 sampai 4, yang artinya 

"sesungguhnya orang orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Alloh gemertar hati mereka. Dan apabila dibicarakan kepada mereka ayat ayat nya, Bertambahlah iman mereka karenanya dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. Yaitu orang orang yang mendirikan sholat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang orang yang beriman dengan sebenar benarnya. Mereka akan memperoleh derajat tinggi di sisi Tuhan mereka dan ampunan serta rezeki nikmat yang mulia"

Demikian juga dalam surat an naml ayat 1 sampai 5, yang artinya, 

"Ini adalah ayat ayat alquran dan ayat ayat kitab yang memberi penjelasan. Untuk menjadi petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Yakni orang orang yang mendirikan sholat dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan akan adanya negeri akhirat. Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan perbuatan mereka, maka mereka bergelimang dalam kesesatan. Mereka itulah orang orang yang mendapat adzab yang buruk dan di akhirat mereka adalah orang orang yang paling merugi"

selanjutnya firman nya, surat an naml 76 dan 77, yang artinya, 

"Sesungguhnya Alquran ini menjelaskan kepada bani Israel sebagian besar dari perkara perkara yang mereka perselisih tentang nya. Dan sesungguhnya Alquran itu benar benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman".

Dan firman dalam surat An Naml ayat 86, yang artinya, 

" Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi?, sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda tanda kekuasaan Alloh bagi orang-orang yang beriman".

Juga firman nya, dalam surat lukman 8 dan 9, yang artinya:

"Sesungguhnya orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, bagi mereka surga yang penuh kenikmatan, di dalamnya mereka kekal, sebagai janji Alloh yang benar. Dan dia maha perkasa lagi maha bijaksana".

Seakan-akan takut kepada Alloh mendengar ayat ayatnya, bertawakal kepada nya, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, meyakini alam akhirat dengan cara beramal untuk bersiap menghadapi nya. Serta mempersiapkan diri menghadapi perhitungan, juga belajar Al Quran, bertafakur terhadap ciptaan Alloh dan memperhatikan bukti bukti kekuasaan nya, semuanya itu merupakan bagian dari iman. 

Alloh berfirman dalam surat asy syu'ara ayat 7 sampai 9, yang artinya

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyak nya kami tumbuhan di bumi itu berbagai macam tumbuh tumbuhan yang baik-baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat suatu tanda kekuasaan Tuhanmu. Dialah yang benar-benar maha perkasa lagi maha penyayang".

Dengan demikian, iman laksana pohon yang buahnya adalah amal shalih dan kebaikan.