Penjelasan hadist
Alloh akan mengampuni keburukan itu kepada siapa saja sesuai dengan dikehendaki-Nya. Di dalam hadist tersebut terdapat dalil bagi Ahlussunnah yang menunjukkan bahwa seorang hamba itu berada di bawah kehendak Alloh, jika menghendaki, dia akan mengampuni nya dan jika tidak, dia akan mengadzabnya. Sekaligus sebagai penolakan pendapat yang memastikan pelaku dosa besar berada di neraka sebagai pendapat muktadzilah.
Ya Alloh, ampunilah segala dosa dan kesalahan kami dan himpunlah kami bersama hamba hamba mu yang shalih serta lindungi dan pelihara kami dari api neraka.
Rasulullah memberitahukan tentang buah keikhlasan beribadah kepada Alloh yaitu berupa penghapusan dosa dan kesalahan secara keseluruhan.
Dan bahwa ketaatan kepada Alloh itu akan menghasilkan kebaikan yang melimpah serta mencegah berbagai keburukan.
Imam An nawawi menyebutkan, "kata fahasuna islamuhu, artinya, memeluk islam secara sungguh sungguh dan benar tampa disertai keraguan sedikit pun".
Sedangkan kata yukaffir berarti menghapus. Kata kufur itu pada dasarnya berarti menutupi. Di dalam kemaksiatan. Hal itu sama seperti kegagalan dalam ketaatan.
Zamakhasyari menyebutkan, " Kata at takfir berarti pencabutan adzab dari orang yang berhak dengan pahala tambahan maupun dengan taubat".
Dan setelah islam nya benar benar baik, maka berlakulah qishash, yaitu pembalasan sesuatu dengan sesuatu, yakni, segala sesuatu itu diberikan balasan sesuai dengan amal perbuatan.
Jika berbuat baik, maka akan diberi pahala kebaikan. Dan jika berbuat buruk, maka akan diberi balasan keburukan nya.
Berkenan dengan hal itu, Alloh berfirman dalam surat al an'am ayat 160, yang artinya,
"barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatan nya, sedang mereka sedikit pun tidak didzalimi dirugikan".
Dalam surat al Baqarah ayat 261, yang artinya,
"Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang orang yang menafkahkan harta nya di jalan Alloh adalah seperti dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir sepuluh biji, Alloh melipat gandakan ganjaran bagi siapa saja yang dia kehendaki. Dan Alloh maha luas karunia nya lagi maha mengetahui".
Yang demikian itu merupakan karunia Alloh yang rahmat nya sangat luas, dimana satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat, dan keburukan dibalas dengan sepadan tampa ditambah. Demikian dikemukakan oleh al karmani.