Penjelasan Hadist
Ada tiga yang menjadi sifat orang yang merasakan manisnya iman. Dimana iman itu muncul di dalam hatinya, lalu tampak darinya amal shalih, dan kemudian menghadap Ilahi dengan membawa cinta kepada nya, yakni dalam wujud ketaatan kepada nya serta banyak berdzikir kepada nya, memohon ampunan dan takut kepada nya, meninggalkan berbagai perhiasan dunia, serta menjauhkan diri dari segala bentuk kemaksiatan.
Selanjutnya cinta kepada Rasullulah shollahu Allaihi wasallam, menyebarluaskan syiar syiar islam, memperbanyak shalawat kepada beliau menolong agama beliau serta mengajak umat manusia untuk mengikuti beliau dan mengamalkan sunnah sunnah beliau.
Kedua, cinta kepada mahluk ciptaan Alloh dan mengasihi mereka, menjauhi orang orang yang jahat dari mereka serta mendekati orang orang baik saja dari mereka.
Ketiga, menjauhkan diri dari segala macam bentuk kehinaan, membenci berbagai maksiat, serta mencampakkan akidah kekufuran, dan tidak menyekutukan Alloh.
Imam Malik mengemukakan, "Cinta kepada Alloh merupakan salah satu kewajiban yang diberikan islam kepada para pemeluk nya, dan yang demikian itu sudah menjadi kebiasaan para wali Alloh.
Yahya bin Mu'adz ar Razi berkata, "Hakikat cinta itu dapat menjadi kan seseorang bertambah senang berbuat kebijakan dan tidak mengurangi nya".
Ketiga perkara tersebut merupakan tanda kesempurnaan imam. Hendaklah seorang hamba berkeyakinan bahwa pemberi kenikmatan itu tidak lain adalah Alloh, tidak ada yang dapat melakukannya atau menolaknya selain dia semata.
Selanjutnya perlu diketahui bahwa majelis tempat berdzikir merupakan salah satu bentuk taman surga. Sebagaimana memakan harta anak yatim itu dan kembali kepada kekufuran itu akan menyeret pelakunya ke neraka, berkenan dengan hal tersebut, Alloh berfirman dalam surat An nisa' ayat 13 dan 14, yang berarti,
"Demikian itulah ketentuan dari Alloh, barangsiapa taat kepada Alloh dan Rasul-Nya, niscaya Alloh Akan memasukkan nya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang benar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Alloh dan Rasul-Nya serta melanggar ketentuan ketentuan nya, niscaya Alloh memasukkan nya ke dalam api neraka sedang ia kekal didalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan".