Hadist-hadist pilihan dari kitab Shahih Bukhari

Hadist lain tentang Permulaan turunnya wahyu

2. Masih dari aisyah Radiyallahu anhaa, dia bercerita, wahyu pertama kali turun kepada  Rasulullah sholallahu alaihi wasallam adalah mimpi yang baik di dalam tidur. Dimana beliau tidak bermimpi melainkan datang seperti seperti sinar pagi (subuh).

Setelah itu beliau suka menyendiri. Akhirnya beliau menyendiri di goa Hira. Disana beliau menjauhi perbuatan dosa, untuk ibadah malam untuk beberapa hari. sebelum beliau rindu untuk pulang ke keluarga nya, dan mengambil bekal untuk itu.
 Selanjutnya Rasulullah pulang kepada Khadijah, lalu beliau mengambil bekal seperti biasanya, sehingga kebenaran datang kepada beliau. Ketika beliau tengah berada di goa Hira, datang lah Malaikat kepada nya dan berkata, "BACALAH! ", " Aku tidak dapat membaca, " Jawab beliau. 
Rasulullah bercerita, maka Malaikat itu memegang dan mendekapku sehingga aku benar-benar kelelahan. Setelah itu dia melepaskan aku kembali, dan kemudian berkata "Bacalah! " "Aku tak dapat membaca," Jawabku. Kemudian dia memegang dan mendekapku untuk kedua kalinya, hingga aku benar-benar lelah. Selanjutnya, dia melepaskan ku kembali. Dan kemudian Malaikat berkata, "Bacalah! ", " Aku benar-benar tak dapat membaca, "paparku.Dan kemudian dia memegang dan mendekapku untuk ketiga kalinya, lalu seraya berucap, 
"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, Tuhanmulah yang maha pemurah, "

Setelah itu Rasulullah kembali dengan membawa ayat tersebut dan hatinya dalam keadaan tergoncang. Lalu beliau menemui Khadijah binti binti Khuwailid ummul mukminin. Maka beliau bersabdan, "Selimutilah aku, selimutilah aku". Maka mereka menyelimuti beliau sehingga rasa gundahnya hilang. Baru setelah itu beliau berkata kepada Khadijah setaya memberitahukan apa yang dialami nya. " Sesungguhnya aku takut pada diriku ".Maka Khadijah bertutur kepada beliau, " Sekali-kali jangan. Demi Alloh, Alloh tidak akan menghinakanmu selama nya, sesungguhnya engkau ini selalu menyambung tali  silaturrahim, menanggung beban, bekerja untuk orang yang tak punya, menghormati tamu, dan menolong menegakkan kebenaran. "

Selanjutnya Khadijah membawa baginda Rasulullah bertemu dengan Waraqah bin naufal bin asad bin abdul uzza Sepupu Khadijah. Waraqah adalah seorang pemuka agama Nasrani pada masa jahiliyah. Dia dapat menulis tulisan Ibrani, dan dia menulis injil dengan bahasa Ibrani, seperti apa yang dikehendaki oleh Alloh untuk menulis nya. Dia ini sudah tua dan buta, maka Khadijah berkata, "Wahai putra pamanku, dengarkan lah putera saudara mu" Kemudian Waraqah berkata kepada Rasulullah " Wahai putra saudara ku apa yang telah engkau lihat? ". Maka nabi menceritakan apa yang terjadi . Lalu Waraqah berkata kepada beliau, " Pembawa berita itu adalah Malaikat yang pernah diturunkan oleh Alloh kepada muSa. Seandainya saja aku masih muda, sekiranya aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu dari makkah." Maka Rasulullah bertanya, "Apakah mereka akan mengusirku? ", Waraqah menjawab, " Iya, tidak ada orang pun yang datang membawa apa yang engkau bawa melainkan ia diberi kebaikan. Jika aku menjumpai masamu, niscaya aku akan menolong mu dengan pertolongan yang kuat, " Tak lama setelah itu Waraqah bin Naufal meninggal dunia dan Wahyu pun mengalami masa fatrah ( atau terputus untuk sementara). 

Penjelasan hadis

Sesungguhnya baginda Nabi Muhammad, senantiasa berada dibawah perlindungan dan perhatian Alloh. Beliau senantiasa dianugerahi hikmah dan petunjuk oleh Alloh. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al Karmani, hal itu diawali dengan beberapa kriteria kenabian dan pemberi kemuliaan melalui kebenaran mimpi yang dialami nya, juga kesukaan beliau untuk menyemdiri, beribadah, dan melatih kesabaran. Dan halikat mimpi yang baik itu berupa kenyataan bahwa Alloh telah menciptakan berbagai hal dalam hati atau perasaan orang yang tidur, sebagaimana dia telah menciptakan berbagai hal dalam hati orang sadar dan terjaga. Karena, Alloh Akan berubah apa saja yang dikehendaki nya, tidak dapat dihalang-halangi oleh tidur atau hal lainnya. Bahkan bisa saja hal itu terjadi pada saat terjaga, sebagai mana mimpi yang pernah dialami Rasulullah dalam tidur nya. Bisa juga mimpi yang dialami itu dijadikan Alloh sebagai pengetahuan atas hal hal lainnya yang diciptakan nya pada keadaan yang lain, atau bahkan mungkin sudah diciptakan sebelum nya. Sebagaimana dia pernah menciptakan awan sebagai tanda akan turun nya hujan. 

Anda mungkin sudah mengetahui bagaimana kelembutan dan kasih sayang Alloh kepada kekasih nya, dimana dia telah memperlihatkan terlebih dahulu kepada beliau serbagai berita tentang kerasulan dan berita pemeliharaan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh para ulama, "diawalinya penyampaian wahyu dengan mimpi dimaksudkan supaya beliau tidak terkejut oleh kedatangan Malaikat yang memberitahukan kenabian beliau secara tiba-tiba, yang mana hal itu tidak dapat diemban oleh kekuatan manusia. 
Alloh telah memberikan taufik kepada Rasulullah untuk beribadah kepadaNya serta tulus ikhlas mengabdi kepadanya. Ada yang mengatakan yakni dengan syariat nabi Nuh. Ada juga yang menyatakan dengan syariat Ibrahim. Dan ada juga yang berpendapat dengan syariat Ismail. Selain itu, ada juga yang mengatakan dengan musa bahkan syariat Isa. Sehingga datang kebenaran mengenai kerasulan beliau ini. 

Al Karmani berkata, "Hikmah ketakutan beliau adalah konsentrasi dan mengabaian terhadap hal yang tidak perlu dengan menghadirkan hatinya untuk memahami apa yang telah diwahyukan kepadanya. Dan pengulangan wahyu sampai tiga kali dimaksudkan untuk menunjukkan ketegasannya. Dan dalam hal ini terdapat juga pelajaran yang berharga, yaitu ke hendaklah seorang pengajar itu agar selalu mengingatkan muridnya dan menyuruh supaya menghadirkan seluruh hatinya. Di sini terdapat teladan yang layak untuk diikuti oleh para pendidik supaya dia bisa menjadi seorang yang bijak seraya memperhatikan dan menjaga nilai pelajaran nya dengan sebaik-baiknya. 

Ketika merasakan ketakutan yang mencekam, Rasulullah menutupi dan menyelimuti diri seolah-olah beliau benar-benar takut. Sebagai mana yang dikatakan oleh Qodi Iyad, "Rasulullah takut tak mampu untuk mengemban ini dan sanggup menerima wahyu, sehingga jiwanya benar-benar tergoncang karena seramnya apa yang dialami nya, pertama kali ketika muncul nya Malaikat. "

Sedangkan Imam Nawawi mengemukakan, bahwa kalimat "Aku takut pada diriku" , itu berarti bahwa beliau memberitahu Khadijah tentang rasa takut yang beliau alami, dan bukan berarti takut pada saat wahyu itu disampaikan ".

Selanjutnya, Khadijah telah berusaha menenangkan Rasulullah dan menghilangkan rasa takutnya, serta selayaknya seorang istri yang cerdas lagi tangkas dan berpendidikan berusaha menghibur suaminya untuk menghilangkan kebimbangan yang dialami nya serta menghadirkan kebahagiaan dan kelembutan kepada nya. Mengapa demikian? Karena, Khadijah ingin dari karakter dan sifat sifat beliau yang terpuji itu berakhir dengan akhir yang baik. 

Sebagai mana yang difirmankan Alloh dalam surat Thaha ayat 132: 
"Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa."

Dan ucapan Khadijah, "sekali kali jangan, Demi Alloh, Alloh tak akan menghinakanmu selamanya." Kata kalla dalam hadis ini menurut Al Karmani berarti penolakan dan larangan dari ucapan seperti itu. Dan yang dimaksud di sini adalah tanzih (atau penghindaran diri dari hal semacam itu). 

Kemudian, Khadijah menyampaikan lima keriteria yang dengan nya seorang penguasa dapat berjalan lurus dan menegakkan keadilan serta mengibarkan panji kebahagiaan serta mengangkat rasa cinta kasih, lima hal tersebut adalah:

1. Berbuat baik kepada kerabat baik dengan cara memberi harta benda, pelayanan, kunjungan atau menyampaikan salam. 

2. Membantu orang yang lemah dan dalam kesusahan, yaitu orang yang tak mampu menangani urusan nya. Alloh telah berfirman dalam surat an nahl ayat 76. "Yang ia menjadi beban atas penanggung nya".. 
Dan anda mempunyai tangan yang kokoh untuk membangun berbagai proyek yang mulia atau mengandalkan amal bakti sosial untuk kaum lemah. 

3. Membagi harta benda kepada orang yang tidak punya. Ada yang mengatakan, hal itu berarti kehendaklah anda bekerja guna memperoleh pendapatan kemudian sebagian dari harta Anda berikan kepada orang yang tak sanggup mendapatkan nya. Dan masyarakat Arab sangat bangga dengan harta kekayaan, apalagi kaum quraish. Dan dalam dagang, Nabi muhammad selalu dicurangi. Demikian yang disampaikan oleh Al Karmani. Sedangkan imam an nawawi berkata, "Rasulullah sangat dermawan dalam hal harta kekayaan, dimana beliau menginfakkannya untuk hal hal kebaikan dan mulia. 

Ada juga yang berpendapat, kata Al madum dalam hadis tersebut merupakan ucapan yang menggambarkan seorang laki-laki yang sangat membutuhkan tetapi tak mampu berbuat. Maksudnya, bekerjalah anda untuk mencari orang yang tidak mampu untuk kemudian anda hidupi. Sebagaimana orang lain yang sangat mengharapkan dapat manfaat kan uang, maka hendaklah anda juga mempunyai keinginan untuk bisa memaafkan orang lemah sebagai sarana beribadah, yaitu dengan membantunya. 

4. Menghormati tamu. 

5. Membela kebenaran dan menolong penegaknya. Selain itu, hendaklah anda juga ikut berkecimpung dalam melawan berbagai bentuk kezhaliman. Memperhangus beraneka ragam penyelewengan. Juga memberikan pertolongan dalam menghadapi berbagai masalah besar, mencegah musibah yang mencekam. Dengan kata lain, hendaklah anda menjadi penyebab hadirnya kebahagiaan, penghilang kesusahan dan kegoncangan, serta meringankan berbagai penderitaan dan luka. 

Bagaimana pendapat anda mengenai pemahaman dan pendapat Khadijah yang sangat cemerlang serta kecerdasan nya yang luarbiasa, juga keimanan yang mendalam kepada Alloh. Khadijah telah mengingatkan Rasulullah akan pertolongan dan perlindungan Alloh yang diberikan kepadanya. Dan bahwasanya kebaikan yang menjadi penyebab adanya keselamatan dan penantang kejahatan. Sedangkan kemuliaan itu menjadi jalan yang ditolak nya sebagai hal yang dibenci.

 Al Karmani menyebutkan, "Khadijah telah menghimpun seluruh macam pokok dan induk kemuliaan pada diri Rasulullah. Karena, berbuat baik itu bisa saja kepada kaum kerabat maupun kepada orang asing, dengan harta benda maupun melalui badan, kepada orang yang mampu atau pun pada orang yang tidak mampu. Coba perhatian orang yang menghiasi diri dengan sifat sifat tersebut, niscaya anda tidak akan menemukan orang yang membencinya. Kaum kerabat sangat menghormati, membanggakan, serta memuliakan nya. Bahkan dia selalu dicintai oleh setiap orang. Dan Alloh pun meridhoinya. Sehingga dia dapat hidup bahagia, aman sejahtera, berhati tenang dan diselimuti kehormatan dan kemuliaan. 

Sayyidah Khadijah telah merasakan pengalaman bersama Rasulullah dan dia tidak melihat dari beliau melainkan hal hal yang manis saja. Dia telah membuktikan kejujuran dan amanah beliau, juga kebaikan muamalah beliau serta pendapat beliau yang cemerlang. 

Kemudian Khadijah berangkat menemui Waraqah, karena dia dikenal sebagai orang yang pintar dan beriman kepada isa, serta tidak menyembah berhala, dimana Khadijah berkata, "Dengarkan putra pamanmu ini." Al Karmani menyebutkan, "Khadijah menyebutkan adanya hubungan persaudaraan, karena ayahanda Waraqah adalah saudara ayahanda Rasulullah, seolah-olah Khadijah hendak mengemukakan, Dia anak kakekmu. Dengan kata lain, Khadijah telah menganggap Waraqah sebagai paman bagi Rasulullah sebagai bentuk penghormatan. 
Perhatikanlah bagaimana tindakan yang tepat dan upaya yang sangat cemerlang yang menenangkan kegelisahan Rasulullah, yaitu dengan pergi kepada ahli ilmu, sebagaimana yang di firman kan Alloh dalam surat an nahl ayat 43: 

"Maka bertanya lah kalian kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidak mengetahui"

Selanjutnya Waraqah bin Naufal menyampaikan kabar gembira kepada beliau tentang adanya Malaikat yang bernama Jibril. Sebagaimana yang dikatakan Al Karmani, "Karena, Alloh telah mengkhususkan Jibril untuk menangani hal hal yang ghaib dan Wahyu". Dalam hal ini, Waraqah menyebut nabi Musa dalam rangka memperkuat kerasulan beliau. Karena turunnya Jibril kepada MuSa telah disepakati oleh kalangan orang orang Yahudi dan Nasrani. Hal itu berbeda dengan isa, dimana orang orang Yahudi menolak kenabian beliau, atau karena orang orang Nasrani mengikuti hukum hukum Taurat dan kembali kepada nya. Wallahu a'lam. 

Kemudian Waraqah berjanji akan membantu Rasulullah dan mendukung serta memberi motivasi kepada beliau. Dan berkenan dengan hal tersebut, Waraqah melantunkan syair
Jika tidak meleset, Hai Khadijah, ketahuilah, ucapanmu kepada kami menunjukkan bahwa muhammad adalah seorang Rasul. Jibril mendatangi dengan disertai dengan Mikail, dari Alloh yang melegakan dada."
Tidak diragukan lagi bahwa Waraqah bin Naufal adalah seorang yang beriman kepada nabi Isa. Dia juga membenarkan dan beriman kepada Rasulullah. 

Dan makna sebagai akhir dari hadis tersebut adalah. "Hai Muhammad, seandainya aku tetap hidup, niscaya aku akan membantumu sekuat tenaga, " Lalu tak lama kemudian dia meninggal dunia. 

Dalam bab turunnya wahyu dalam kitab Jawahirul Bukhari ini ditutup dengan firman Alloh surat Az zumar ayat 61, yang artinya "Dan Alloh menyelamatkan orang orang yang bertakwa karena kemenangan mereka tiada disentuh oleh adzab neraka dan tidak pula mereka berduka cita".