Penjelasan Hadits
Maksudnya, hendaklah kalian belajar dengan sungguh-sungguh sebelum kalian menjadi pemimpin. Sebab, kehormatan yang kalian miliki akan menghalangi kalian untuk menerima suatu (pelajaran) yang berharga dari orang yang lebih rendah derajatnya dari kalian sehingga kalian tetap menjadi seorang yang bodoh.
Dan karena, seorang pimpinan terkadang terhalang oleh kesombongannya untuk bergabung duduk bersama-sama dengan orang orang yang belajar.
Demikian itulah hikmah yang besar yang mengajak para orang tua untuk mengajar anak anak mereka dari sejak mereka masih kecil, dan menjauhkan diri dari pemikiran dan harapan untuk dapat membentuk anak seperti anak orang lain sehingga ia akan memaksakan segala sesuatu pada anaknya tersebut.
Dan dengan cara mendidik dan mengajar anak dari sejak dini maka akan diketahui kemampuan dan kecenderungan yang dimiliki anak.
Ibnu Batthal mengemukakan, Umar pernah berkata, “Yang demikian itu, karena orang yang sudah mempunyai kehormatan dan kedudukan akan merasa malu untuk duduk bersama orang-orang yang belajar dan mendalami ilmu pengetahuan, karena ia takut wibawa dan kehormatannya akan jatuh di hadapan orang banyak."
Yahya bin Main berkata, “Orang yang memperoleh kedudukan lebih dini, maka ia akan kehilangan banyak ilmu pengetahuan,”
Ada yang menyatakan, “Kedudukan dan kehormatan itu dapat diperoleh dengan ilmu, dan setiap kali ilmu bertambah, maka akan bertambah pula kedudukan dan kehormatan itu”
Dengan demikian itu, Umar bin Khaththab: menyuruh menambah ilmu pengetahuan sebelum menjadi orang terhormat. Banyak sahabat Rasulullah yang tetap belajar sampai usia tua. Demikian yang dikemuka kan oleh Al-Karmani,
Sesungguhnya orang orang yang bermaksud mengumpulkan antara manfaat api dan air dan menggunakan listrik, maka mereka tidak akan dapat mencapainya kecuali dengan mengajarkan anak mereka dan membekalinya dengan berbagai macam pengetahuan yang bermanfaat. Ada seorang penyair yang mengungkapkan,
“Perlihatkan kepadaku umar yang dapat menggapai harapannya tanpa belajar ilmu pengetahuan dan pedang Yamani.”
Dari Ibnu Abbas, ia bercerita, Rasulullah: pernah mendekapku seraya berucap, “Ya Allah, ajarilah ia Al-Kitab (Al-Qur'an)” Dan Allah memenuhi permohonan beliau itu, dimana Ibnu Abbas telah menjadi seorang yang alim, yang mempunyai ilmu pengetahuan yang luas, bahkan ia disebut sebagai tokoh ahli tafsir, penerjemah Al-Quran.
Ibnu Batthal pernah berkata, “Ibnu Abbas adalah seorang ahli dan handal dalam ilmu Al-Quran dan As-Sunnah?”
Di dalam maqolah (quote) di atas terdapat beberapa pelajaran, yaitu:
1. Perintah untuk mengajarkan Al-Quran.
2. Dakwah kepada Allah.
3. Perintah mengajarkan anak sejak dini sehingga mereka dapat tumbuh berkembang dengan baik dan cerdas.
4. Kecenderungan untuk berkembang dan memperluas wawasan serta mendalami ilmu pengetahuan.