Penjelasan Hadits
Di sebuah riwayat disebutkan, “Ilmu jumlahnya semakin sedikit muncul kebodohan.” Anas bin Malik: mengajak umat manusia untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan mengingatkan lima tanda kerusakan dan kehancuran yang disertai dengan rusaknya lima tuntutan agama yang harus dipelihara dalam setiap agama, yang dengan menjaganya maka kehidupan akan berjalan baik dan kehidupan akhirat pun akan berjalan mulus pula.
Penghilangan ilmu itu akan berakibat pada hancurnya agama, minum khamer akan berakibat pada rusaknya akal pikiran dan harta kekayaan. Dan minimnya jumlah orang laki laki disebabkan oleh berbagi macam fitnah. Sedangkan merajalelanya perzinaan mengakibatnya rusaknya keturunan, dan bahkan seringkali dapat merusak harta kekayaan.
Peringatan terbesar lagi nyata akan hancur dan binasanya alam ini adalah kelima hal yang disebutkan oleh Rasulullah di dalam hadits tersebut. Oleh karena itu, hendaklah para pemimpin umat benar benar berhati hati terhadapnya serta memperbanyak sekaligus mendalami ilmu Syariat yang berasal dari Tuhan yang Maha bijaksana, yang Dia berfirman,
“Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah kalian dalam beribadah kepada Nya.” (Maryam: ayat 65)
Dan dalam hal ini, saya tidak menyinggung berbagai penemuan dan penciptaan modern, karena mayoritas darinya dimaksudkan untuk berperang yang dapat menghancurkan. Dan peperangan masa lalu dapat dijadikan pelajaran. Allah berfirman,
“Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang kehidupan akhirat adalah lalai” (Ar-Rum: ayat 7)
Dan yang saya maksudkan dengan ilmu di sini adalah upaya memahami Al-Quran dan hadits, yang tidak lain ia adalah upaya memahami etika agama sekaligus upaya mengikuti sunah Rasulullah. Dan saya sangat khawatir umat Islam akan terjerumus ke dalam lingkaran ini yang menjadi penyebab hancurnya dunia dan kehidupan, yaitu:
a. Tidak adanya minat dan perhatian terhadap ilmu ilmu agama.
b. Menyebarluasnya kebodohan.
c. Tabarruj (bersolek)nya kaum wanita, pengabaian dan keluarnya mereka dari adab dan etika agama.
d. Penolakan para kaum muda untuk menikah dan kecenderungan kaum muda-mudi untuk bersenang-senang tanpa memperhatikan norma dan ketentuan agama.
Mudah-mudahan Allah melindungi kita semua.
Rasulullah SAW pernah bersabda,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَ ادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُب ْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا
جُهَالًا فَسُبِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari umat manusia, melainkan Dia hanya akan mencabut ilmu dengan cara mengurangi jumlah para ulama sehingga ketika sudah tidak ada lagi ulama di dunia, umat manusia akan mengangkat orang orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka bertanya kepada para pemimpinnya, hingga para pemimpin itu mengeluarkan fatwa tanpa didasari ilmu yang akibatnya mereka sesat dan menyesatkan”
Umar bin Abdul Aziz pernah menuliskan, “Hendaklah kalian menyebarluaskan salam dan mengadakan majelis sehingga orang yang tidak tahu menjadi tahu, sesungguhnya ilmu itu akan musnah, jika ia ditinggalkan. Dan pengajaran syariat mencakup: kejujuran, amanah, kepuasan, penyucian diri, istiqamah, dan malu. Dan jika anda melihat selain kriteria tersebut di lingkungannya, maka ingatkanlah orang di sekeliling anda, tegur keimanannya, serta lemahnya keislaman yang dipahami serta ingatkan akan dekatnya Hari Kiamat, sebagaimana yang telah diberitahukan oleh Rasulullah.
Dan Allah juga telah berfirman.
“Telah tampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Ar Rum: ayat 41)
Maksudnya, manusia telah ditimpa berbagai macam musibah berupa krisis, kekacauan, kemarau, kelaparan, banjir, serta menurunnya hasil pertanian dan produksi, munculnya berbagai virus dan penyakit baik melalui diri manusia sendiri maupun binatang, banyaknya kebakaran, menipisnya berkah dalam segala hal yang disebabkan oleh berbagai kemaksiatan dan perbuatan dosa yang dilakukan oleh umat manusia, serta berbagai macam musibah lainnya.
Al-Nasafi berkata, "Agar Allah menimpakan kepada mereka hukuman yang diakibatkan oleh apa yang mereka kerjakan di dunia sebelum ditimpakan kepada mereka adzab di akhirat kelak.