Penjelasan Hadits
Nama utusan itu adalah Abdullah bin Hudzafah As-Sahmi. Al-Karmani menyebutkan, “Rasulullah tidak menyebutkan kepada Raja Bahrain, karena tidak ada raja dan kekuasaan bagi orang-orang kafir, karena semuanya itu hanya milik Rasulullah dan orang-orang yang menjadikan beliau sebagai pemimpin” Sedangkan kisra adalah gelar Raja Persia. Dan kisra yang merobek surat Rasulullah 26 itu adalah Abrawiz bin Harmuz bin Abu Syarwan.
Aku kira Sa'id bin Al-Musayyab berkata, “Maka Rasulullah, mendoakan keburukan kepada mereka” Al-Karmani mengemukakan, “Hal itu berarti, diharapkan mereka dicabik-cabik”
Dalam catatan sejarah disebutkan, bahwa putera kisra itu, Syirweh membunuhnya dengan mengurai perutnya, dan setelah pembunuhan tersebut pemerintahnya tidak berlangsung kecuali hanya enam bulan saja.
Diceritakan, setelah Abrawiz yakin akan binasa, maka ia membuka lemari obat dan menuliskan pada botol racun, “obat seks manjur” karena anaknya itu sangat gemar dengan obat-obatan sernacam itu.
Sehingga dengan demikian itu ia telah mengatur strategi untuk membunuh puteranya tersebut. Dan setelah membunuh ayahnya, anak itu membuka lemari obat dan melihat botol obat itu dan kemudian meminumnya hingga akhirnya ia pun menemui ajalnya akibat racun yang diminumnya itu.
Setelah Rasulullah mendoakan keburukan, mereka tidak dapat berbuat apapun bahkan negeri mereka menjadi kacau balau dan mengalami kehancuran sehingga akhir dari kebuasan mereka pada masa kekhilafahan Umar, yaitu ketika Umar mengutus Saad bin Abi Wagash ke Irak.
Di dalam hadits tersebut di atas terdapat beberapa manfaat yang dapat dipetik, yaitu:
1. Diperlukan pengiriman surat sekaligus mengajak orang-orang kafir untuk masuk Islam.
2. Boleh mendoakan keburukan kepada mereka jika mereka mengabai kan tata krama dan meremehkan agama.
3. Menolak untuk taat kepada Allah dan mengamalkan syariat rasulullah.
4. Maksiat dapat menghilangkan kenikmatan dan kekufuran dapat mengakibatkan kehancuran dan kebinasaan, Sebagaimana yang difirmankan Allah berikut ini,
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri, Dan apabila Allah menghendaki keburukan kepada suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Ar-Raad: 11)
“Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekalikali tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah Dia anugerahkan kepada suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Anfal: 53)
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzabKu sangat pedih.” (Ibrahim: 7)
“Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (Yusuf: 90)
“Barangsiapa yang kafir, maka ia sendiri yang menanggung akibat kekafirannya itu. Dan barangsiapa yang beramal shalih, maka untuk diri mereka sendiri, mereka menyiapkan (tempat yang menyenang-kan)” (Ar-Rum: 44)
“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedang ia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada bukul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah kesudahan segala urusan. Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami mereka kembali, lalu Kami beritahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.” (Luqman: 22 24)
“Sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Al-Qamar: 35)
Ayat-ayat di tersebut saya kemukakan pada kesempatan ini, supaya anda dapat mengambil pelajaran darinya dan agar anda bangkit dari tidur nyenyakmu dan sadar dari kelengahan anda untuk selanjutnya berdzikir kepada Allah.
Dan supaya anda juga menegakkan kebenaran serta anda bertakwa kepada Allah supaya nikmat yang ada pada anda tetap melimpah serta dapat memperbaiki keadaan anda. Dan mudah-mudahan Allah memberkati harta dan anak-anak anda.