Hadist-hadist pilihan dari kitab Shahih Bukhari

Hadist: Larangan berbohong atas nama nabi


Penjelasan Hadits 

Nabi SAW seorang ahli hukum yang besar telah melarang kaum muslimin berbicara dusta atas nama dirinya. Artinya berbicara tentang sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. 

Dan diharuskan bagi para pemberi nasihat untuk berhati-hati dalam menisbatkan pembicaraan pada Rasulullah dan mengkaji kitab-kitab yang shahih dan tidak bersandar pada kitab kitab yang salah dan menyesatkan lagi lemah. 

Dan di antara dosa besar adalah dusta terhadap Rasulullah, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Imam An Nawawi berkata, “Hadits di atas mencakup beberapa pelajaran yang di antaranya: penetapan kaidah ahlussunah, bahwa dusta itu mencakup pemberitahuan tentang sesuatu secara sengaja dan tidak benar serta bertentangan dengan apa yang sebenarnya terjadi. 

Dusta terhadap Nabi benar-benar diharamkan, dan bahkan dianggap sebagai perbuatan yang sangat keji. Tetapi dengan demikian itu ia tidak bisa dikafirkan. 

Dikisahkan oleh Imam Al-Haramain dari orangtuanya, bahwa orang seperti itu harus dikafirkan dan harus dibunuh. Dan kemudian barangsiapa berdusta atas Nabi secara sengaja dalam satu hadits saja, berati ia telah fasik. Demikian yang dikemukakan oleh Al Karmani. 

Al Khaththabi menyebutkan, secara lahiriyah, akhir hadits di atas merupakan perintah Rasulullah. Artinya, yang demikian itu merupakan berita yang dimaksudkan oleh beliau bahwa Allah akan menyiapkan tempatnya di neraka." 

Rasulullah pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, “Engkau adalah saudaraku di dunia dan akhirat”. 

Dan Ali merupakan salah satu orang yang terlibat dalam musyawarah yang pada saat wafat beliau, beliau meridhai mereka ini, ia juga termasuk salah seorang pemeluk Islam pertama, bahkan selalu ikut berperang bersama Rasulullah & kecuali perang Tabuk saja. 

Dan Nabi pernah menyerahkan kepemimpinan Madinah kepadanya. Ali pernah bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah engkau menyerahkan kepadaku kekhalifahan terhadap kaum wanita dan anak anak?” 

Beliau menjawab, “Apakah tidak rela engkau berkedudukan dariku seperti kedudukan Harun dari Musa, namun tidak ada Nabi lagi setelahku ini.” 

Dan pada perang Uhud terdapat enam belas pukulan dan Rasulullah pernah memberi Ali bendera pada perang Khaibar, seraya memberitahunya bahwa penaklukan itu berada di tangannya.